Pages

Wednesday, February 24, 2016

Selayang Pandang IMASASI

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa tertua di dunia dan merupakan bahasa yang digunakan dalam Al Qur’an.Bahasa Arab banyak meminjamkan kosa katanya ke sejumlah bahasa di Eropa utamanya bahasa Spanyol, Portugis dan Sisilia. Bahasa Arab, seperti juga bahasa Ibrani dan Persia memakai sistem penulisan aksara dari kanan ke kiri.
Sejak tahun 1974, bahasa Arab digunakan sebagai salah satu bahasa resmi PBB bersama dengan empat bahasa lainnya yaitu bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Perancis dan bahasa Rusia.Jumlah penuturnya pada zaman sekarang sekitar 300 juta orang.
Yang termasuk negara penutur dari bahasa arab ini antara lain Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, Chad, Komoro, Djibouti, Mesir, Eritrea, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Niger, Oman, Palestina, Qatar, Somalia, Sudan, Syria, Tunisia, Uni Emirat Arab, Sahara Barat, Yaman, Mauritania, Senegal dan Mali.
Sejak masuknya Islam ke Indonesia dengan kitab sucinya Al-Quran, bahasa Arab sudah mulai dikenal dan dipelajari oleh masyarakat Indonesia. Hal itu dikarenakan bahasa Arab sebagai bahasa kitab suci Al-Quran dan bahasa ritualitas keagamaan yang wajib dipelajari agar bisa membaca Al-Quran dan menjalani ritualitas ibadah dengan benar.
Oleh karena itu, Mahasiswa studi Arab telah ada di Indonesia sejak ribuan tahun sebelum ada Mahasiswa bahasa inggris dan bahasa asing manapun lainnya. Akan tetapi sampai penghujung abad kedua puluh belum ada organisasi yang menghimpun para Mahasiswa studi Arab di Indonesia yang jumlahnya puluhan ribu orang. Padahal bahasa asing lain telah memiliki organisasi yang cukup mapan.
Dewasa ini, bahasa Arab sudah menjadi bahasa internasional yang diakui dan dipergunakan oleh Persatuan Bangsa Bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi yang dipelajari oleh berbagai bangsa di dunia. Perkembangan ini menuntut profesionalisme dalam pembelajarannya yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Ketiadaan organisasi profesi bagi Mahasiswa studi Arab menyebabkan Mahasiswa studi Arab berjalan di tempat dan tidak meningkat. Padahal perubahan zaman begitu cepatnya dengan perkembangan yang signifikan di berbagai bidang, terutama bidang informasi dan teknologi.
Oleh karena itu, profesi Mahasiswa studi Arab sangat membutuhkan lembaga profesi untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme dan pedagogik, sehingga ada peningkatan pembelajaran bahasa Arab.
Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) adalah organisasi mahasiswa studi arab tingkat nasional yang merupakan segmen integral dari elemen lembaga-lembaga kemahasiswaan studi arab. Organisasi ini merupakan sarana bagi mahasiswa studi Arab yang membutuhkan lembaga profesi untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme dan pedagogik, dan menciptakan peningkatan pembelajaran bahasa Arab.
Fungsi sebagai wadah untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler di tingkat perguruan tinggi yang bersifat keilmuan bahasa dan budaya Arab serta pengabdian kepada masyarakat.


Mars IMASASI

Mars IMASASI
Ikatan Mahasiswa Studi Arab Indonesia
Bersama membangun nusa bangsa
Akulturasi budaya dan studi bahasa Arab
Melalui wadah keilmiahan
            Reff :   IMASASI……………IMASASI………….
                        Bergelut dalam Asa menghimpun cita
                        IMASASI…………..IMASASI……………
                        Mewujudkan nyala asa dalam aksi
Mari kita…..berpegangan
Menyambut  ilmu semesta dalam suka
Mari…..berharapan
Menyemai rasa juang baru bahagia

            Back to Reff

Friday, February 19, 2016

Dialog Interaktif Kebudayaan dan Peradaban


Press Realease
Dialog Interaktif Kebudayaan dan Peradaban

            Berbicara tentang kebudayaan dan peradaban sungguh tak akan ada habisnya. Ranah ini merupakan topik universal yang sangat berkaitan dengan manusia tanpa dibatasi ruang dan waktu. Budaya ada kalanya berganti, peradaban ada kalanya hancur dan digantikan dengan peradaban lain yang lebih menyesuaikan zaman.
            Di era millennium ini budaya Indonesia semakin hilang, tergerus oleh budaya-budaya asing yang masuk. Salah satu budaya yang masuk ini adalah budaya yang terbentuk oleh agama islam atau lebih dikenal dengan budaya islami. Akankah budaya asli Indonesia yang masih tersisa dapat berkolaborasi dengan budaya islami dapat membentuk peradaban madani di Indonesia sehingga terwujudlah Indonesia negeri yang berperadaban?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut BEM Ma’had Aly An Nuaimy sebagai salah satu organisasi internal kampus islam yang terdiri dari pemuda-pemuda muslim yang haus akan ilmu dan rindu akan budaya-budaya islami yang merupakan cikal bakal terbentuknya peradaban madani di tanah air tercinta, bekerja sama dengan IMASASI (Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia) sebuah organisasi ekstra kampus yang merupakan sarana bagi mahasiswa studi arab yang membutuhkan lembaga profesi untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme dan meningkatkan pembelajaran bahasa dan budaya Arab menggelar sebuah acara dialog interaktif dengan tema “ Dengan Budaya Kita Bangun Peradaban” .
Acara merupakan salah satu acara dari serangkaian acara Annuaimy Islamic Festival Festival (ANIF) 2016. Dialog Interaktif ini akan dilaksanakan pada Senin, 08 Februari 2016 pukul 08.00-selesai di Aula M’had Annuaimy yang terletak di Jl. Seha 2 No.1 Rt:007/010, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Adapun narasumber yang akan mengisi Dialog Interaktif tersebut adalah Dr. Saiful Bahri, MA,. Beliau adalah Wakit Ketua Bidang Budaya MUI Pusat dan Dr. Taufiqul Azhar Al Hulaimi, MA.,M. ed yang merupakan salah satu pakar ushul fiqh nasional. Kedua pembicara akan mengupas tema melalui sudut pandang realita budaya dan fiqh. Acara Dialog Interaktif ini adalah acara penutup dari serangkaian acara Annuaimy Islamic Festival yang didahului oleh dua acara sebelumnya, yakni Festival Permainan Tradisional dan Turnamen Futsal (HNW Cup) yang disponsori oleh Dr. Hidayat Nur Wahid, MA,.



Pawai Peringatan Hari Bahasa Arab se-Dunia

Press Release
Pawai Peringatan Hari Bahasa Arab se-Dunia

Sebagai salah satu bahasa yang jumlah penuturnya lebih dari 200 juta jiwa di seluruh dunia, bahasa Arab kini mampu bersaing dikancah internasional dan telah menjadi salah satu bahasa resmi PBB. UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) menetapkan 18 Desember sebagai hari bahasa Arab se-dunia.
Munculnya ide tanggal tersebut dinyatakan sebagai hari bahasa Arab se-dunia, karena pada tanggal 18 Desember di tahun 1973 Bahasa Arab resmi terdaftar dan menjadi bahasa internasional di UNESCO. Dengan demikian, bahasa Arab masuk urutan ke-6 dari 22 bahasa negara lainnya yang digunakan sebagai bahasa internasional UNESCO.
Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI)  sebagai organisasi ekstra kampus tidak pernah absen dalam memperingati Hari Bahasa Arab se-Dunia ini tiap tahunnya. Di tahun ketiga ini, IMASASI Wilayah III Jabodetabek untuk kedua kalinya menggelar acara peringatan Hari Bahasa Arab se-Dunia ini.
Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) adalah organisasi mahasiswa studi arab tingkat nasional yang merupakan segmen integral dari elemen  lembaga – lembaga kemahasiswaan studi Arab. Organisasi ini merupakan sarana bagi mahasiswa studi arab yang membutuhkan lembaga profesi untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme dan meningkatkan pembelajaran bahasa dan budaya Arab.
Tahun ini IMASASI Wilayah III Jabodetabek menyelenggarakan Pawai Peringatan Hari Bahasa Arab se-Dunia yang dilaksanakan pada Minggu, 20 Desember 2015 pukul 06.30-10.30 bertepatan dengan Car Free Day di Jakarta dengan tema “ Bahasa Arab Membumi di Tanah Airku”. Pawai akan di mulai dari long march (Halte BI – Bunderan HI). Lalu berkumpul di Bunderan HI untuk aksi teaterikal bertemakan perjuangan rakyat palestina dan bencana nasional Kabut Asap di Riau. Aksi teaterikal berbahasa Arab ini adalah simbol rasa simpati IMASASI terhadap konflik-konflik yang dihadapi oleh negara-negara Arab dan bencana-bencana di Indonesia tercinta ini.
Selain aksi teaterikal, IMASASI juga menampilkan musik akustik, lomba photobooth, permainan, tandatangan petisi, stand souvenir dan roti maryam. Pawai ini diikuti mahasiswa-mahasiswi universitas anggota IMASASI seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Islam Djakarta dan beberapa lembaga pendidikan tinggi lain seperti STIU Al-Hikmah, Ma’had Aly An-Nuaimy dan PTDII Muhammad Natsir (putra). Turut mengundang perguruan tinggi lain seperti Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Institut Ilmu Qur’an (IIQ), Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an (PTIQ), PTDII Muhammad Natsir (putri).