Pages

Showing posts with label organisasi mahasiswa bahasa arab. Show all posts
Showing posts with label organisasi mahasiswa bahasa arab. Show all posts

Monday, October 16, 2017

Umru'ul Qais

Umru’ul Qais adalah penyair arab jahili yang hidup pada 150 tahun sebelum hijrah. Julukannya Al-Malik Ad- Dhalil (raja dari segala raja penyair), penyair ini berasal dari suku Kindah yang pernah berkuasa penuh di Yaman. Karena itu penyair ini dikenal dengan penyair Yaman (Hadramaut). Umru’ul Qais seorang anak raja Yaman bernama Hujur Al-Kindi, ibunya Fatimah binti Rabi’ah. Penyair ini sangat berpengaruh dalam kepribadian, Umru’ul Qais dibesarkan di Nejed dengan kehidupan yang melimpah dan dalam lingkungan keluarga yang suka berfoya-foya. Beliau sering mabuk-mabukan. Bermain cinta, dan melupakan kewajibannya sebagai putra mahkota yang seharusnya mawas diri dan melatih diri menjadi pemimpin masyarakat. Karena perangainya buruk ayahnya sering memarahinya, lalu ia diusir dari istana ke tempat pengasingan.
Selama dalam pembuangan, penyair ini berkelana ke seluruh penjuru jazirah Arab dan kelak pengembaraan inilah yang membawa pengaruh kuat dalam syairnya karena dari pengalaman pengembaraan seluas itulah ia mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru baginya.
Sebagian besar ahli sastra Arab berpendapat bahwa syair beliau dapat digolongkan pada kelas tertinggi dari golongan penyair Arab jahiliyah lainnya. Karena penyairini banyak menyandarkan pada kekuatan daya imajinasi dan pengalamannya ketika mengembara, bahasanya sangat kuat dan isinya sangat padat. Beliau dianggap sebagai orang pertama yang menciptakan cara menarik perhatian dengan jalan mengajak orang untuk berhenti pada puing reruntuhan bekas rumah kekasihnya (tempat yang berhubungan dengan kisah cinta) untuk sekadar mengenang masa indah yang telah dilalui bersama cintanya.
Orang yang memelajari syairnya secara mendalam akan mengerti bahwa keindahan syairnya terletak pada keunikan dalam syair ghazalnya, ditambah dengan kata kiasan dan perumpamaannya. Sehingga banyak yang beranggapan bahwa beliau yang menciptakan perumpamaan dalam syair Arab. Hanya saja terkadang syairnya tidak luput dari perumpamaan seksualitas terutama ketika membicarakan kaum wanita, namun perumpaan ini sebenarnya merupakan kebiasaan bagi setiap penyair Arab dalam mengekspresikan sesuatu secara singkat, jelas, dan padat. Walaupun terkadang syairnya mengandung sifat kebaduian dalam ungkapan kering dan kasar dengan makna-makna yang seram, imajinasinya begitu kuat, maknanya memukau, pelukisannya lembut, narasinya akrab seakrab orang Arab menjamu tamunya, dan syairnya pun mudah diserap dan dipahami.
Penciptaan syair-syairnya menceritakan pengalaman dan kehidupan pribadi sang penyair. Pengalaman disini adalah pengalaman yang menyakitkan dan mengiris hatinya setelah kandas cintanya dengan sang kekasih Unaizah, keluarganya dibunuh dan kerajaan ayahnya runtuh oleh musuh, kalah dalam perang  menuntut balas dendam kepada Bani Asaf, juga karena penyakit yang dideritanya hingga akhirnya sang maut menjemput di kota Ankara, Turki ketika ingin meminta bantuan pada raja kekasaran Romawi Timur (Bizantium)/

Sunday, July 16, 2017

"Nabi" Para Sastrawan

"Al Mutanabbi (915-965)"

👉  Abu Tayyib Ahmad bin Husain bin Murrah bin Abdul Jabbar Al Ju’fi Al Kufi, dilahirkan di Kindah, kufah , Irak pada tahun 303 H/ 915 M. Nama al-ju’fi diambil dari nama kakeknya Ju’fi bin Sa’ad, sedangkan sebutan al-Kufi merujuk pada kampung halaman tempat dia dilahirkan, akan tetapi ia kerap dikenal dengan nama Abu Tayyib al-Mutanabbi atau hanya disebut al-Mutanabbi.
👉   al-Mutanabbi sendiri bukanlah berasal dari pemberian orang tuanya, namun nama ini diberikan oleh orang orang lain sejak mudanya, dari sinilah muncul berbagai versi yang mengakibatkan kontroversi di kalangan masyarakat. Sebagaimana disebutkan, secara leksikal kata “al-Mutanabbi” berarti orang yang mengaku dirinya sebagai Nabi. Tetapi menurut seorang ahli sejarah (Imam al-Khatib al-Baghdadi) mengatakan bahwa Abu Tayyib yang tak lain adalah al-Mutanabbi digelari Al Mutanabbi karena berasal dari keturunan keluarga Alawi Hasani (Keturunan Ali bin Abi Thalib dan Hasan bin Ali bin Abi Thalib) dan kemudian mengaku sebagai Nabi, pengakuan ini dibuatnya ketika dia menetap di Kalb sebuah kampung di Syria, tetapi setelah diteliti, ternyata pengakuan ini tidaklah benar.
👉 Menurut pakar bahasa dan ahli sastra Arab, Ibrahim al-Yajizi, cerita dan kisah di atas tidak benar dan tidak berdasar. Untuk membuktikan hal ini al-Yajizi kemudian mengumpulkan semua syair syair al-Mutanabbi dalam sebuah buku berjudul “Diwan al-Mutanabbi” yaitu kumpulan syair-syair al-Mutanabbi.
👉 Ibrahim al-Yajizi menyatakan bahwa Abu Tayyib Ahmad digelari al-Mutanabbi tidak lain dan tidak bukan adalah karena syair yang diciptakan dan dilantumkannya sangat membuat kagum para pendengarnya, dengan kata lain bait bait kalimat yang dituangkan dalam Qasidahnya (syair) merupakan kalimat kalimat yang diberikan kemukjizatan. Pernyataan ini diperkuat oleh pendapat al-Tsa’labi yang menyatakan bahwa sejak kecil Abu Tayyib Ahmad telah menunjukan kemampuan dan kelebihannya yang besar dan dia mampu mengungkapkan kata dan syair yang sangat mengagumkan para pendengarnya.

#LITBUD
#ARABPEDIA
#IMASASIJABODETABEK
#HUMAS

Sunday, June 4, 2017

Mengenal IMASASI

   

    Sejauh ini beberapa dari kalian mungkin pernah dengar organisasi bahasa arab dari mahasiswa se-Indonesia, atau bahkan belum pernah sama sekali mendengar organisasi ini.
  
    Apa sih organisasi IMASASI itu?
  
    Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) adalah organisasi mahasiswa studi arab tingkat nasional yang merupakan segmen integral dari elemen lembaga-lembaga kemahasiswaan studi arab. Organisasi ini merupakan sarana bagi mahasiswa studi Arab yang membutuhkan lembaga profesi untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme dan pedagogik, dan menciptakan peningkatan pembelajaran bahasa Arab.
    Fungsi sebagai wadah untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler di tingkat perguruan tinggi yang bersifat keilmuan bahasa dan budaya Arab serta pengabdian kepada masyarakat.
    Seiring waktu, Imasasi melebarkan sayap nya hingga dapat mencakup semua wilayah di indonesia yg terbagi menjadi 10 wilayah dengan Rincian :
Wilayah 1 : mencakup Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) , Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau
Wilayah 2 : Mencakup Wilayah Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung.
Wilayah 3 : Mencakup Wilayah JABODETABEK.
Wilayah 4 : Mencakup Wilayah Serang, Pandeglang, Lebak, dan sekitarnya.
wilayah 5 :Mencakup Wilayah Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Sukabumi dan sekitarnya.
Wilayah 6 :Mencakup Wilayah Provinsi Jawa Tengah.
Wilayah 7 :Mencakup Wilayah Provinsi D I Yogyakarta.
Wilayah 8 : Mencakup Wilayah Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.
Wilayah 9 : Mencakup Pulau Sulawesi, Pulau Irian Jaya dan sekitarnya.
Wilayah 10 : Mencakup Wilayah Pulau Kalimantan dan sekitarnya.

    Bagaimana caranya agar bisa gabung IMASASI?

    Cukup mudah memang, dengan persyaratan kamu adalah mahasiswa aktif semester awal di jurusan yang berbau bahasa arab, kamu bisa mengikuti organisasi ini sesuai dengan wilayah universitas atau perguruan tinggi yang kamu selami.

#IMASASI
#LITBUD
#HUMAS
#ARABPEDIA