Pages

Wednesday, May 31, 2017

Nawaal el Sadawi


penulis dan feminis Nawal el Saadawi lahir pada tahun 1931 di Desa kafir Tahla. Ayahnya, seorang pejabat di Departemen Pendidikan Mesir.
El Saadawi memenuhi syarat sebagai dokter pada tahun 1955 di Kairo. Dia telah menerbitkan sedikitnya dua puluh empat buku dalam bahasa Arab dan sangat populer di kalangan khalayak berbahasa Inggris.
Nawal el-Sadawi terpanggil untuk mencatat kesaksian, menyodorkan realitas pahit yang berabad-abad tersembunyi, dan mendorong proses perubahan, melalui karya sastra (novel). Karya-karyanya, yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia, seperti Perempuan di Titik Nol, Matinya Sang Penguasa, Memoar Seorang Dokter Perempuan, dan Catatan dari Penjara Perempuan, membuka mata jutaan manusia dari dunia Islam untuk menyadari keadaan untuk melakukan perubahan.
Melalui novel-novelnya, Nawal el-Sadawi hendak membebaskan kaum perempuan dari penindasan kaum lelaki.
Potret diskriminasi terhadap hak-hak perempuan memang telah banyak diangkat dalam berbagai bentuk media, tak terkecuali dalam karya sastra.
 Meskipun sukses sastra nya, El Saadawi telah berulang kali dihukum oleh pemerintah Mesir karena pengalamannya sebagai seorang dokter medis membawanya untuk menulis tentang masalah tabu kewanitaan dan seksualitas.
Dia juga kehilangan posisi dia sebagai Pemimpin Redaksi sebuah jurnal kesehatan, dan sebagai Sekretaris Umum Asisten Asosiasi Medis di Mesir. Dari tahun 1973 sampai 1976 ia meneliti perempuan dan neurosis di Fakultas Ain Shams University of Medicine, dan 1979-1980 ia adalah Penasihat PBB untuk Program Perempuan di Afrika dan Timur Tengah.

Sunday, May 28, 2017

syaikh Khalil bin Ahmad al-Farahidi


Abu Abdirrahman Al-Khalil bin Ahmad bin 'Amru bin Tamim al-Farahidi al-Azadi al-Yahmadi ( أبو عبد الرحمن الخليل بن أحمد بن عمرو بن تميم الفراهيدي الأزدي اليحمدي) atau lebih dikenal dengan Al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi (lahir di Basra, 100 H/718 wafat di Basra, Jumadal akhir 173 H/789) adalah seorang ulama dibidang bahasa Arab, sastra Arab, dan juga penemu ilmu persajakan Arab, yang ia ambil dari musik karena ia ahli dalam bidang tersebut. Ia mempelajari berbagai ilmu dari Ibnu Abi Ishaq yang merupakan guru dari Sibawaih
Syaikh Kholil mendapatkan ilham (inspirasi) untuk menyusun ilmu ‘Arudh ketika beliau ada di kota Makkah. Hal ini disinyalir pemberian nama ‘Arudh karena ada unsur tafa’ul atau melihat adanya pertanda baik dengan Ka’bah yang ada di tengah-tengah (arab: ‘Arudh) kota Makkah.
Dalam sebuah referensi dijelaskan bahwa yang mendorong Imam Kholil untuk mendalami ilmu tersebut adalah bahwa pada suatu ketika orang-orang arab mulai berpaling meninggalkan Imam Kholil, dan belajar kepada muridnya yang bernama Imam Sibaweh. Keberadaan Imam Kholil seakan-seakan tidak lagi diperhitungkan oleh masyarakat waktu itu.
Peristiwa ini membuat Imam Kholil tergugah untuk menyendiri dan menyepi, memohon kepada Allah swt. agar dikaruniai sebuah ilmu yang tidak pernah dimiliki orang lain. Do’a beliau akhirnya dikabulkan oleh Allah. Imam Kholil pun kemudian menemukan rahasia-rahasia dalam sya’ir arab yang waktu itu merupakan primadona di kalangan masyarakat arab. Beliau menemukan lima belas  kaidah pokok dalam sya’ir arab yang pada gilirannya dikenal dengan istilah bahar. Kaidah pokok ini kemudian disempurnakan oleh murid beliau yang bernama al-Akhfasy, sehingga menjadi enam belas sajak.
Referensi lain menyebutkan bahwa beliau mengadakan penelitian adalah karena ia melihat bahwa para penyair modern pada masanya ini mulai keluar dari wazan-wazan Arab yang ada, adakalanya wazan-wazan lama itu dikurangi dan ditambahi, bahkan sebagian mereka ada yang menciptakan wazan baru yang tidak pernah didengar sama sekali oleh orang Arab. Setelah melihat demikian maka ia mulailah berpikir untuk meletakkan aturan-aturan dasar di dalam sya’ir Arab.
#LITBUD
#IMASASIWIL3
#ARABPEDIA

Khalil ghibran




Khalil Gibran (juga dieja Khalil Gibran; lahir Gibran Khalil Gibran, bahasa Arab: جبران خليل جبران, lahir di Lebanon, 6 Januari 1883 – meninggal di New York City, Amerika Serikat, 10 April 1931 pada umur 48 tahun) adalah seorang seniman, penyair, dan penulis Lebanon Amerika. Ia lahir di Lebanon (saat itu masuk Provinsi Suriah di Khilafah Turki Utsmani) dan menghabiskan sebagian besar masa produktifnya di Amerika Serikat. pada tahun 1912 dengan judul Al-Ajnihah al-Mutakassirah,  adalah sebuah novel otobio
grafis. Tokoh Selma Karamy dalam novel itu adalah gambaran Nona Hala Daher, gadis kawan studi Gibran di Libanon yang ditakdirkan oleh Tuhan memperoleh cinta pertamanya. Gadis itu tak  berhasil disuntingnya ke jenjang perkawinan bukan lantaran ayah sang gadis menolak lamarannya (sebagian umum dialami pemuda miskin dari segala zaman) tetapi karena pendeta kota, dengan senjata wibawa keagamaannya, merampas keinginan sang gadis dan ayahnya dan memaksakan perkawinan gadis itu dengan keponakannya, seorang laki-laki yang tak bertanggung jawab dan gemar berpesta pora. Lebih terkutuk lagi ialah bahwa motif keinginan sang pendeta itu tak lain untuk . . . mewarisi kekayaan keluarga Dahler!
—•—•—•—•—•—•—•—
IMASASI Wilayah 3 Jabodetabek dengan bangga memperkenalkan program baru  kami yakni "ARABPEDIA". Menginformasikan berbagai hal menarik seputar dunia keilmuan arab yang terkait budaya dan bahasa❗Update pada hari SENIN & KAMIS  disetiap minggunya
Nantikan terus #ARABPEDIA selanjutnya ☝
#ARABPEDIA
#LITBUD
#HUMAS
#IMASASI