Pages

Monday, October 16, 2017

Umru'ul Qais

Umru’ul Qais adalah penyair arab jahili yang hidup pada 150 tahun sebelum hijrah. Julukannya Al-Malik Ad- Dhalil (raja dari segala raja penyair), penyair ini berasal dari suku Kindah yang pernah berkuasa penuh di Yaman. Karena itu penyair ini dikenal dengan penyair Yaman (Hadramaut). Umru’ul Qais seorang anak raja Yaman bernama Hujur Al-Kindi, ibunya Fatimah binti Rabi’ah. Penyair ini sangat berpengaruh dalam kepribadian, Umru’ul Qais dibesarkan di Nejed dengan kehidupan yang melimpah dan dalam lingkungan keluarga yang suka berfoya-foya. Beliau sering mabuk-mabukan. Bermain cinta, dan melupakan kewajibannya sebagai putra mahkota yang seharusnya mawas diri dan melatih diri menjadi pemimpin masyarakat. Karena perangainya buruk ayahnya sering memarahinya, lalu ia diusir dari istana ke tempat pengasingan.
Selama dalam pembuangan, penyair ini berkelana ke seluruh penjuru jazirah Arab dan kelak pengembaraan inilah yang membawa pengaruh kuat dalam syairnya karena dari pengalaman pengembaraan seluas itulah ia mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru baginya.
Sebagian besar ahli sastra Arab berpendapat bahwa syair beliau dapat digolongkan pada kelas tertinggi dari golongan penyair Arab jahiliyah lainnya. Karena penyairini banyak menyandarkan pada kekuatan daya imajinasi dan pengalamannya ketika mengembara, bahasanya sangat kuat dan isinya sangat padat. Beliau dianggap sebagai orang pertama yang menciptakan cara menarik perhatian dengan jalan mengajak orang untuk berhenti pada puing reruntuhan bekas rumah kekasihnya (tempat yang berhubungan dengan kisah cinta) untuk sekadar mengenang masa indah yang telah dilalui bersama cintanya.
Orang yang memelajari syairnya secara mendalam akan mengerti bahwa keindahan syairnya terletak pada keunikan dalam syair ghazalnya, ditambah dengan kata kiasan dan perumpamaannya. Sehingga banyak yang beranggapan bahwa beliau yang menciptakan perumpamaan dalam syair Arab. Hanya saja terkadang syairnya tidak luput dari perumpamaan seksualitas terutama ketika membicarakan kaum wanita, namun perumpaan ini sebenarnya merupakan kebiasaan bagi setiap penyair Arab dalam mengekspresikan sesuatu secara singkat, jelas, dan padat. Walaupun terkadang syairnya mengandung sifat kebaduian dalam ungkapan kering dan kasar dengan makna-makna yang seram, imajinasinya begitu kuat, maknanya memukau, pelukisannya lembut, narasinya akrab seakrab orang Arab menjamu tamunya, dan syairnya pun mudah diserap dan dipahami.
Penciptaan syair-syairnya menceritakan pengalaman dan kehidupan pribadi sang penyair. Pengalaman disini adalah pengalaman yang menyakitkan dan mengiris hatinya setelah kandas cintanya dengan sang kekasih Unaizah, keluarganya dibunuh dan kerajaan ayahnya runtuh oleh musuh, kalah dalam perang  menuntut balas dendam kepada Bani Asaf, juga karena penyakit yang dideritanya hingga akhirnya sang maut menjemput di kota Ankara, Turki ketika ingin meminta bantuan pada raja kekasaran Romawi Timur (Bizantium)/

Monday, September 4, 2017

Isim

Mengenal Isim

Isim secara bahasa berarti "nama" atau "kata benda". Sedangkan menurut istilah berarti "kata yang mengandung sebuah makna pada dirinya dan tidak berkaitan dengan waktu". Jadi isim merupakan lawan dari fi'il dari sisi keterkaitannya dengan waktu. Karena tidak dibatasi dengan waktu, maka isim termasuk kata yang paling banyak jenisnya.

Bagaimana cara mudah mendeteksi isim?
Isim memiliki banyak tanda, diantaranya:
1. Dilekati ال (alif lam)
Contoh: الكتاب

2.Bertanwin (dhommatain,fathatain, kasratain)
Contoh: قلم (dibaca qolamun)

3. Bertemu dengan huruf جار
Contoh: من المسجد
kata المسجد sudah pasti isim karena didahului oleh huruf jar (من) dan dilekati alif lam.

Pembagian isim
1. Isim berdasarkan jumlah
-. مفرد ( tunggal).
-. مثنى (Ganda).
-. جعع (Jamak).

2. Isim berdasarkan jenis
-. مذكر (laki²).
-. مؤنث (perempuan).

3. Isim berdasarkan keumuman dan kekhususan
-. معرفة (khusus).
-. نكرة (umum).

4. Isim berdasarkan keberterimaan tanwin
-. منصرف (menerima tanwin).
-. غير منصرف (tidak menerima tanwin).

5. Isim berdasarkan perubahan akhir kata
-. معرب (berubah).
-. مبني(tetap).

Sunday, July 16, 2017

"Nabi" Para Sastrawan

"Al Mutanabbi (915-965)"

👉  Abu Tayyib Ahmad bin Husain bin Murrah bin Abdul Jabbar Al Ju’fi Al Kufi, dilahirkan di Kindah, kufah , Irak pada tahun 303 H/ 915 M. Nama al-ju’fi diambil dari nama kakeknya Ju’fi bin Sa’ad, sedangkan sebutan al-Kufi merujuk pada kampung halaman tempat dia dilahirkan, akan tetapi ia kerap dikenal dengan nama Abu Tayyib al-Mutanabbi atau hanya disebut al-Mutanabbi.
👉   al-Mutanabbi sendiri bukanlah berasal dari pemberian orang tuanya, namun nama ini diberikan oleh orang orang lain sejak mudanya, dari sinilah muncul berbagai versi yang mengakibatkan kontroversi di kalangan masyarakat. Sebagaimana disebutkan, secara leksikal kata “al-Mutanabbi” berarti orang yang mengaku dirinya sebagai Nabi. Tetapi menurut seorang ahli sejarah (Imam al-Khatib al-Baghdadi) mengatakan bahwa Abu Tayyib yang tak lain adalah al-Mutanabbi digelari Al Mutanabbi karena berasal dari keturunan keluarga Alawi Hasani (Keturunan Ali bin Abi Thalib dan Hasan bin Ali bin Abi Thalib) dan kemudian mengaku sebagai Nabi, pengakuan ini dibuatnya ketika dia menetap di Kalb sebuah kampung di Syria, tetapi setelah diteliti, ternyata pengakuan ini tidaklah benar.
👉 Menurut pakar bahasa dan ahli sastra Arab, Ibrahim al-Yajizi, cerita dan kisah di atas tidak benar dan tidak berdasar. Untuk membuktikan hal ini al-Yajizi kemudian mengumpulkan semua syair syair al-Mutanabbi dalam sebuah buku berjudul “Diwan al-Mutanabbi” yaitu kumpulan syair-syair al-Mutanabbi.
👉 Ibrahim al-Yajizi menyatakan bahwa Abu Tayyib Ahmad digelari al-Mutanabbi tidak lain dan tidak bukan adalah karena syair yang diciptakan dan dilantumkannya sangat membuat kagum para pendengarnya, dengan kata lain bait bait kalimat yang dituangkan dalam Qasidahnya (syair) merupakan kalimat kalimat yang diberikan kemukjizatan. Pernyataan ini diperkuat oleh pendapat al-Tsa’labi yang menyatakan bahwa sejak kecil Abu Tayyib Ahmad telah menunjukan kemampuan dan kelebihannya yang besar dan dia mampu mengungkapkan kata dan syair yang sangat mengagumkan para pendengarnya.

#LITBUD
#ARABPEDIA
#IMASASIJABODETABEK
#HUMAS

Thursday, July 13, 2017

"Abu Aswad Ad-Du'ali"

Abul Aswad Ad-Du'ali menjadi sosok yang berkiprah sangat penting bagi umat Muslim. Dialah yang menemukan kaedah tata Bahasa Arab (Nahwu), salah satunya yakni kaedah pemberian harakat.
👉🏼 Abul Aswad Ad-Du'ali merupakan penggagas ilmu nahwu dan pakar tata bahasa bahasa Arab dari Bani Kinanah dan dijuluki sebagai bapak bahasa Arab. Nama aslinya adalah Zhalim bin Amr, lebih dikenal atau dengan julukannya Abu Al-Aswad Ad-Du’ali (atau Ad-Dili), orang yang diambil ilmunya dan yang memiliki keutamaan, dan Hakim (Qadhi) di Basyrah. Dia dilahirkan pada masa kenabian Muhammad S.A.W. Ia dianggap sebagai orang yang pertama kali mendefinisikan tata bahasa Arab. Dan yang pertama kali meletakkan titik pada huruf hijaiyah. Dia meninggal karena wabah ganas yang terjadi pada tahun 69 H (670-an M) dalam usia 85 tahun.
👉🏼 Abul Aswad Ad-Duali diperintahkan untuk mengembangkan bahasa Arab oleh Ali bin Abi thalib karena pada masa itu Islam telah berkembang ke berbagai negara dan orang asing (ajam/non arab) banyak yang salah dalam berbahasa Arab dan kesulitan memahami Al-Quran, serta masuknya orang-orang ajam ke negeri-negeri Islam lalu mencampur bahasa mereka.
👉🏼 Dikisahkan bahwa yang membuat Abul Aswad Ad-Du’aliy semakin semangat mengembangkan bahasa Arab adalah pada suatu malam ia berjalan dengan putrinya, kemudian putrinya berkata:" “ما أجمل السماء; maa ajmalus sama’i” (Apa yang paling Indah di langit?), kemudian Abul Aswad Ad-Du’aliy berkata:" “نجومها; nujumuha” (bintang-bintangnya), kemudian putrinya berkata, “Saya bermaksud mengungkapkan ketakjuban (kekaguman)”. Maka Abul Aswad Ad-Du’aliy berkata membenarkan, katakanlah:"“ما أجمل السماء; “maa ajmalas sama’a”, (betapa indahnya langit).

Dikutip dari  :
1.Qowaid asasiyah lillughotil
2. wafaat al ayyan.

#IMASASIJABODETABEK
#ARABPEDIA
#TOKOH
#ILMU

Monday, July 10, 2017

Maulana jalaluddin Rumi

• Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) atau sering pula disebut dengan nama Rumi adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Afganistan) pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi.

• - Tahun 1244 M, Rumi bertemu dengan syekh spiritual lain, Syamsuddin dari Tabriz, yang mengubahnya menjadi sempurna dalam ilmu tasawuf. Setelah Syamsuddi wafat, Rumi kemudian bertemu dengan Husamuddin Ghalabi, dan mengilhaminya untuk menulisakan pengalaman spiritualnya dalam karyanya monumentalnya Matsnawi-ye Ma’nawi. Ia mendiktekan karyanya tersebut kepada Husamuddin sampai akhir hanyatnya pada tahun 1273 M.

• - Kumpulan puisi Rumi yang terkenal bernama al-Matsnawi al-Maknawi konon adalah sebuah revolusi terhadap Ilmu Kalam yang kehilangan semangat dan kekuatannya. Isinya juga mengeritik langkah dan arahan filsafat yang cenderung melampaui batas, mengebiri perasaan dan mengkultuskan rasio. Diakui, bahwa puisi Rumi memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan para sufi penyair lainnya.

• - Ciri khas  yang membedakan puisi Rumi dengan karya sufi penyair lain adalah seringnya ia memulai puisinya dengan menggunakan kisah-kisah. Tapi hal ini bukan dimaksud ia ingin menulis puisi naratif. Kisah-kisah ini digunakan sebagai alat pernyataan pikiran dan ide.

•
- Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah :

Jangan tanya apa agamaku. Aku bukan yahudi, bukan zoroaster, bukan pula islam. Karena aku tahu, begitu suatu nama kusebut, kau akan memberikan arti yang lain daripada makna yang hidup di hatiku.

#IMASASI
#ARABPEDIA
#IMASASIJABODETABEK
#ILMU
#SASTRA
#FAKTA

Sunday, June 4, 2017

Mengenal IMASASI

   

    Sejauh ini beberapa dari kalian mungkin pernah dengar organisasi bahasa arab dari mahasiswa se-Indonesia, atau bahkan belum pernah sama sekali mendengar organisasi ini.
  
    Apa sih organisasi IMASASI itu?
  
    Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) adalah organisasi mahasiswa studi arab tingkat nasional yang merupakan segmen integral dari elemen lembaga-lembaga kemahasiswaan studi arab. Organisasi ini merupakan sarana bagi mahasiswa studi Arab yang membutuhkan lembaga profesi untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme dan pedagogik, dan menciptakan peningkatan pembelajaran bahasa Arab.
    Fungsi sebagai wadah untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler di tingkat perguruan tinggi yang bersifat keilmuan bahasa dan budaya Arab serta pengabdian kepada masyarakat.
    Seiring waktu, Imasasi melebarkan sayap nya hingga dapat mencakup semua wilayah di indonesia yg terbagi menjadi 10 wilayah dengan Rincian :
Wilayah 1 : mencakup Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) , Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau
Wilayah 2 : Mencakup Wilayah Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung.
Wilayah 3 : Mencakup Wilayah JABODETABEK.
Wilayah 4 : Mencakup Wilayah Serang, Pandeglang, Lebak, dan sekitarnya.
wilayah 5 :Mencakup Wilayah Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Sukabumi dan sekitarnya.
Wilayah 6 :Mencakup Wilayah Provinsi Jawa Tengah.
Wilayah 7 :Mencakup Wilayah Provinsi D I Yogyakarta.
Wilayah 8 : Mencakup Wilayah Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.
Wilayah 9 : Mencakup Pulau Sulawesi, Pulau Irian Jaya dan sekitarnya.
Wilayah 10 : Mencakup Wilayah Pulau Kalimantan dan sekitarnya.

    Bagaimana caranya agar bisa gabung IMASASI?

    Cukup mudah memang, dengan persyaratan kamu adalah mahasiswa aktif semester awal di jurusan yang berbau bahasa arab, kamu bisa mengikuti organisasi ini sesuai dengan wilayah universitas atau perguruan tinggi yang kamu selami.

#IMASASI
#LITBUD
#HUMAS
#ARABPEDIA

Wednesday, May 31, 2017

Nawaal el Sadawi


penulis dan feminis Nawal el Saadawi lahir pada tahun 1931 di Desa kafir Tahla. Ayahnya, seorang pejabat di Departemen Pendidikan Mesir.
El Saadawi memenuhi syarat sebagai dokter pada tahun 1955 di Kairo. Dia telah menerbitkan sedikitnya dua puluh empat buku dalam bahasa Arab dan sangat populer di kalangan khalayak berbahasa Inggris.
Nawal el-Sadawi terpanggil untuk mencatat kesaksian, menyodorkan realitas pahit yang berabad-abad tersembunyi, dan mendorong proses perubahan, melalui karya sastra (novel). Karya-karyanya, yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia, seperti Perempuan di Titik Nol, Matinya Sang Penguasa, Memoar Seorang Dokter Perempuan, dan Catatan dari Penjara Perempuan, membuka mata jutaan manusia dari dunia Islam untuk menyadari keadaan untuk melakukan perubahan.
Melalui novel-novelnya, Nawal el-Sadawi hendak membebaskan kaum perempuan dari penindasan kaum lelaki.
Potret diskriminasi terhadap hak-hak perempuan memang telah banyak diangkat dalam berbagai bentuk media, tak terkecuali dalam karya sastra.
 Meskipun sukses sastra nya, El Saadawi telah berulang kali dihukum oleh pemerintah Mesir karena pengalamannya sebagai seorang dokter medis membawanya untuk menulis tentang masalah tabu kewanitaan dan seksualitas.
Dia juga kehilangan posisi dia sebagai Pemimpin Redaksi sebuah jurnal kesehatan, dan sebagai Sekretaris Umum Asisten Asosiasi Medis di Mesir. Dari tahun 1973 sampai 1976 ia meneliti perempuan dan neurosis di Fakultas Ain Shams University of Medicine, dan 1979-1980 ia adalah Penasihat PBB untuk Program Perempuan di Afrika dan Timur Tengah.

Sunday, May 28, 2017

syaikh Khalil bin Ahmad al-Farahidi


Abu Abdirrahman Al-Khalil bin Ahmad bin 'Amru bin Tamim al-Farahidi al-Azadi al-Yahmadi ( أبو عبد الرحمن الخليل بن أحمد بن عمرو بن تميم الفراهيدي الأزدي اليحمدي) atau lebih dikenal dengan Al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi (lahir di Basra, 100 H/718 wafat di Basra, Jumadal akhir 173 H/789) adalah seorang ulama dibidang bahasa Arab, sastra Arab, dan juga penemu ilmu persajakan Arab, yang ia ambil dari musik karena ia ahli dalam bidang tersebut. Ia mempelajari berbagai ilmu dari Ibnu Abi Ishaq yang merupakan guru dari Sibawaih
Syaikh Kholil mendapatkan ilham (inspirasi) untuk menyusun ilmu ‘Arudh ketika beliau ada di kota Makkah. Hal ini disinyalir pemberian nama ‘Arudh karena ada unsur tafa’ul atau melihat adanya pertanda baik dengan Ka’bah yang ada di tengah-tengah (arab: ‘Arudh) kota Makkah.
Dalam sebuah referensi dijelaskan bahwa yang mendorong Imam Kholil untuk mendalami ilmu tersebut adalah bahwa pada suatu ketika orang-orang arab mulai berpaling meninggalkan Imam Kholil, dan belajar kepada muridnya yang bernama Imam Sibaweh. Keberadaan Imam Kholil seakan-seakan tidak lagi diperhitungkan oleh masyarakat waktu itu.
Peristiwa ini membuat Imam Kholil tergugah untuk menyendiri dan menyepi, memohon kepada Allah swt. agar dikaruniai sebuah ilmu yang tidak pernah dimiliki orang lain. Do’a beliau akhirnya dikabulkan oleh Allah. Imam Kholil pun kemudian menemukan rahasia-rahasia dalam sya’ir arab yang waktu itu merupakan primadona di kalangan masyarakat arab. Beliau menemukan lima belas  kaidah pokok dalam sya’ir arab yang pada gilirannya dikenal dengan istilah bahar. Kaidah pokok ini kemudian disempurnakan oleh murid beliau yang bernama al-Akhfasy, sehingga menjadi enam belas sajak.
Referensi lain menyebutkan bahwa beliau mengadakan penelitian adalah karena ia melihat bahwa para penyair modern pada masanya ini mulai keluar dari wazan-wazan Arab yang ada, adakalanya wazan-wazan lama itu dikurangi dan ditambahi, bahkan sebagian mereka ada yang menciptakan wazan baru yang tidak pernah didengar sama sekali oleh orang Arab. Setelah melihat demikian maka ia mulailah berpikir untuk meletakkan aturan-aturan dasar di dalam sya’ir Arab.
#LITBUD
#IMASASIWIL3
#ARABPEDIA

Khalil ghibran




Khalil Gibran (juga dieja Khalil Gibran; lahir Gibran Khalil Gibran, bahasa Arab: جبران خليل جبران, lahir di Lebanon, 6 Januari 1883 – meninggal di New York City, Amerika Serikat, 10 April 1931 pada umur 48 tahun) adalah seorang seniman, penyair, dan penulis Lebanon Amerika. Ia lahir di Lebanon (saat itu masuk Provinsi Suriah di Khilafah Turki Utsmani) dan menghabiskan sebagian besar masa produktifnya di Amerika Serikat. pada tahun 1912 dengan judul Al-Ajnihah al-Mutakassirah,  adalah sebuah novel otobio
grafis. Tokoh Selma Karamy dalam novel itu adalah gambaran Nona Hala Daher, gadis kawan studi Gibran di Libanon yang ditakdirkan oleh Tuhan memperoleh cinta pertamanya. Gadis itu tak  berhasil disuntingnya ke jenjang perkawinan bukan lantaran ayah sang gadis menolak lamarannya (sebagian umum dialami pemuda miskin dari segala zaman) tetapi karena pendeta kota, dengan senjata wibawa keagamaannya, merampas keinginan sang gadis dan ayahnya dan memaksakan perkawinan gadis itu dengan keponakannya, seorang laki-laki yang tak bertanggung jawab dan gemar berpesta pora. Lebih terkutuk lagi ialah bahwa motif keinginan sang pendeta itu tak lain untuk . . . mewarisi kekayaan keluarga Dahler!
—•—•—•—•—•—•—•—
IMASASI Wilayah 3 Jabodetabek dengan bangga memperkenalkan program baru  kami yakni "ARABPEDIA". Menginformasikan berbagai hal menarik seputar dunia keilmuan arab yang terkait budaya dan bahasa❗Update pada hari SENIN & KAMIS  disetiap minggunya
Nantikan terus #ARABPEDIA selanjutnya ☝
#ARABPEDIA
#LITBUD
#HUMAS
#IMASASI

Saturday, March 18, 2017

STUKTUR KEPENGURUSAN IKATAN MAHASISWA STUDI ARAB SE-INDONESIA (IMASASI) WILAYAH III JABODETABEK PERIODE 2016-2017

Ketua Wilayah           : Azka Zaki Mustafa (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Wakil Ketua Wilayah : Zakariyal Mihrob (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Sekretaris I  : Nursyilfiyah (Universitas Negeri Jakarta)
Sekretaris II : Naufal Ervina Kusherfathini (Universitas al-Azhar Indonesia)

Bendahara I  : Nur Amelia (Universitas Negeri Jakarta)
Bendahara II : Tutik Handayani (LIPIA)

Bidang Kaderisasi
Ketua Bidang : Renata (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Anggota :
- Kharisma Rosma Dewi (Universitas al-Azhar Indonesia)
- Siti Badriati Chaniago (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
- Gungun Gunadi (Universitas Djuanda)
- Moch Syarif Hidayatullah (Universitas al-Azhar Indonesia)
- Adam Bryan Nugroho (Universitas al-Azhar Indonesia)

Bidang Humas
Ketua Bidang : Ulfie Hanifah (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Anggota :
- Reda Yunia Sari (LIPIA)
- Riska Auliya Siddiq (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
- Qori Nur Islamiati (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
- Siti Fajriah (Universitas al-Azhar Indonesia)
- Badriati Zahroun Nabilah (Universitas Djuanda)
- Izza Farizza (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Bidang (Penelitian, pengembangan, bahasa, dan budaya) LITBUD
Ketua Bidang : Mutiara Citra Mahmuda (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Anggota :
- Syahril Sahiby (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
- Muhammad Syamsul Hadi (LIPIA)
- Irma Suciani (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
- Rif’atul Mahmudah (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
- Mohammad Rachmanto (STID Muhammad Natsir)
- Muhammad Ikmal Wafa (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
- Khilyatul Auliyah (Universitas Djuanda)

Bidang Dana dan Usaha (DANUS)
Ketua Bidang : Eha Cholida Az-Zahra (LIPIA)
Anggota :
- Ishak Farid (Universitas al-Azhar Indonesia)
- Achmad Zulfikar (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
- Fillia Rizki Sagita (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
- Rahayu Devani (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
- Intan Nuraeni (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Tuesday, October 25, 2016

Open Recruitment Anggota Baru Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) wilayah III Jabodetabek

       !!! بشرى لمحبي اللغة العربية
Kabar gembira bagi para pecinta Bahasa Arab

            Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) wilayah III Jabodetabek membuka Open Recruitment anggota baru

Persyaratan :

  • Mahasiswa/i semester 1-3
  • Mahasiswa/i sastra, pendidikan, bahasa Arab dan ada matakuliah seputar Arab dan lingkupnya
  • Mempunyai keinginan belajar mengembangkan hard skill dan soft skill untuk mengasah profesionalitas, integritas dalam berkomunikasi dan berorganisasi lintas kampus ditingkat provinsi bahkan nasional

Inilah saatnya..
Mari rapatkan barisan bersama kami👥

Cara daftar :
Kirimkan SMS ke cp yg tertera di bawah
dengan format
[Imasasi_Nama Lengkap_Asal Instansi_Asal Jurusan_Semester_No HP]

📆Pendaftaran dibuka tanggal 21 Oktober - 12 November 2016

Interview dilaksanakan pada:
🗓Sabtu, 12 November 2016
🏢Universitas Al-Azhar Indonesia & Universitas Juanda Bogor


📢Jangan lupa follow dan pantengin akun2 media sosial kami di 👇🏽👇🏽
📎Facebook: imasasi jabodetabek
📎Instagram: @imasasi_wil3
📎Twitter : @wil3_imasasi
📎Official Line : https://line.me/R/ti/p/%40vkj5807j
📎Blog : www.jabodetabekimasasi.blogspot.com

📱Untuk informasi lebih lanjut, hub CP kami  :
👩🏽Reda (083866001858)
👱🏼Syarif (087703380055)

IMASASI,
Menggapai Asa dengan Aksi

Wednesday, February 24, 2016

Selayang Pandang IMASASI

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa tertua di dunia dan merupakan bahasa yang digunakan dalam Al Qur’an.Bahasa Arab banyak meminjamkan kosa katanya ke sejumlah bahasa di Eropa utamanya bahasa Spanyol, Portugis dan Sisilia. Bahasa Arab, seperti juga bahasa Ibrani dan Persia memakai sistem penulisan aksara dari kanan ke kiri.
Sejak tahun 1974, bahasa Arab digunakan sebagai salah satu bahasa resmi PBB bersama dengan empat bahasa lainnya yaitu bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Perancis dan bahasa Rusia.Jumlah penuturnya pada zaman sekarang sekitar 300 juta orang.
Yang termasuk negara penutur dari bahasa arab ini antara lain Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, Chad, Komoro, Djibouti, Mesir, Eritrea, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Niger, Oman, Palestina, Qatar, Somalia, Sudan, Syria, Tunisia, Uni Emirat Arab, Sahara Barat, Yaman, Mauritania, Senegal dan Mali.
Sejak masuknya Islam ke Indonesia dengan kitab sucinya Al-Quran, bahasa Arab sudah mulai dikenal dan dipelajari oleh masyarakat Indonesia. Hal itu dikarenakan bahasa Arab sebagai bahasa kitab suci Al-Quran dan bahasa ritualitas keagamaan yang wajib dipelajari agar bisa membaca Al-Quran dan menjalani ritualitas ibadah dengan benar.
Oleh karena itu, Mahasiswa studi Arab telah ada di Indonesia sejak ribuan tahun sebelum ada Mahasiswa bahasa inggris dan bahasa asing manapun lainnya. Akan tetapi sampai penghujung abad kedua puluh belum ada organisasi yang menghimpun para Mahasiswa studi Arab di Indonesia yang jumlahnya puluhan ribu orang. Padahal bahasa asing lain telah memiliki organisasi yang cukup mapan.
Dewasa ini, bahasa Arab sudah menjadi bahasa internasional yang diakui dan dipergunakan oleh Persatuan Bangsa Bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi yang dipelajari oleh berbagai bangsa di dunia. Perkembangan ini menuntut profesionalisme dalam pembelajarannya yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Ketiadaan organisasi profesi bagi Mahasiswa studi Arab menyebabkan Mahasiswa studi Arab berjalan di tempat dan tidak meningkat. Padahal perubahan zaman begitu cepatnya dengan perkembangan yang signifikan di berbagai bidang, terutama bidang informasi dan teknologi.
Oleh karena itu, profesi Mahasiswa studi Arab sangat membutuhkan lembaga profesi untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme dan pedagogik, sehingga ada peningkatan pembelajaran bahasa Arab.
Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) adalah organisasi mahasiswa studi arab tingkat nasional yang merupakan segmen integral dari elemen lembaga-lembaga kemahasiswaan studi arab. Organisasi ini merupakan sarana bagi mahasiswa studi Arab yang membutuhkan lembaga profesi untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme dan pedagogik, dan menciptakan peningkatan pembelajaran bahasa Arab.
Fungsi sebagai wadah untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler di tingkat perguruan tinggi yang bersifat keilmuan bahasa dan budaya Arab serta pengabdian kepada masyarakat.


Mars IMASASI

Mars IMASASI
Ikatan Mahasiswa Studi Arab Indonesia
Bersama membangun nusa bangsa
Akulturasi budaya dan studi bahasa Arab
Melalui wadah keilmiahan
            Reff :   IMASASI……………IMASASI………….
                        Bergelut dalam Asa menghimpun cita
                        IMASASI…………..IMASASI……………
                        Mewujudkan nyala asa dalam aksi
Mari kita…..berpegangan
Menyambut  ilmu semesta dalam suka
Mari…..berharapan
Menyemai rasa juang baru bahagia

            Back to Reff

Friday, February 19, 2016

Dialog Interaktif Kebudayaan dan Peradaban


Press Realease
Dialog Interaktif Kebudayaan dan Peradaban

            Berbicara tentang kebudayaan dan peradaban sungguh tak akan ada habisnya. Ranah ini merupakan topik universal yang sangat berkaitan dengan manusia tanpa dibatasi ruang dan waktu. Budaya ada kalanya berganti, peradaban ada kalanya hancur dan digantikan dengan peradaban lain yang lebih menyesuaikan zaman.
            Di era millennium ini budaya Indonesia semakin hilang, tergerus oleh budaya-budaya asing yang masuk. Salah satu budaya yang masuk ini adalah budaya yang terbentuk oleh agama islam atau lebih dikenal dengan budaya islami. Akankah budaya asli Indonesia yang masih tersisa dapat berkolaborasi dengan budaya islami dapat membentuk peradaban madani di Indonesia sehingga terwujudlah Indonesia negeri yang berperadaban?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut BEM Ma’had Aly An Nuaimy sebagai salah satu organisasi internal kampus islam yang terdiri dari pemuda-pemuda muslim yang haus akan ilmu dan rindu akan budaya-budaya islami yang merupakan cikal bakal terbentuknya peradaban madani di tanah air tercinta, bekerja sama dengan IMASASI (Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia) sebuah organisasi ekstra kampus yang merupakan sarana bagi mahasiswa studi arab yang membutuhkan lembaga profesi untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme dan meningkatkan pembelajaran bahasa dan budaya Arab menggelar sebuah acara dialog interaktif dengan tema “ Dengan Budaya Kita Bangun Peradaban” .
Acara merupakan salah satu acara dari serangkaian acara Annuaimy Islamic Festival Festival (ANIF) 2016. Dialog Interaktif ini akan dilaksanakan pada Senin, 08 Februari 2016 pukul 08.00-selesai di Aula M’had Annuaimy yang terletak di Jl. Seha 2 No.1 Rt:007/010, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Adapun narasumber yang akan mengisi Dialog Interaktif tersebut adalah Dr. Saiful Bahri, MA,. Beliau adalah Wakit Ketua Bidang Budaya MUI Pusat dan Dr. Taufiqul Azhar Al Hulaimi, MA.,M. ed yang merupakan salah satu pakar ushul fiqh nasional. Kedua pembicara akan mengupas tema melalui sudut pandang realita budaya dan fiqh. Acara Dialog Interaktif ini adalah acara penutup dari serangkaian acara Annuaimy Islamic Festival yang didahului oleh dua acara sebelumnya, yakni Festival Permainan Tradisional dan Turnamen Futsal (HNW Cup) yang disponsori oleh Dr. Hidayat Nur Wahid, MA,.



Pawai Peringatan Hari Bahasa Arab se-Dunia

Press Release
Pawai Peringatan Hari Bahasa Arab se-Dunia

Sebagai salah satu bahasa yang jumlah penuturnya lebih dari 200 juta jiwa di seluruh dunia, bahasa Arab kini mampu bersaing dikancah internasional dan telah menjadi salah satu bahasa resmi PBB. UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) menetapkan 18 Desember sebagai hari bahasa Arab se-dunia.
Munculnya ide tanggal tersebut dinyatakan sebagai hari bahasa Arab se-dunia, karena pada tanggal 18 Desember di tahun 1973 Bahasa Arab resmi terdaftar dan menjadi bahasa internasional di UNESCO. Dengan demikian, bahasa Arab masuk urutan ke-6 dari 22 bahasa negara lainnya yang digunakan sebagai bahasa internasional UNESCO.
Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI)  sebagai organisasi ekstra kampus tidak pernah absen dalam memperingati Hari Bahasa Arab se-Dunia ini tiap tahunnya. Di tahun ketiga ini, IMASASI Wilayah III Jabodetabek untuk kedua kalinya menggelar acara peringatan Hari Bahasa Arab se-Dunia ini.
Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) adalah organisasi mahasiswa studi arab tingkat nasional yang merupakan segmen integral dari elemen  lembaga – lembaga kemahasiswaan studi Arab. Organisasi ini merupakan sarana bagi mahasiswa studi arab yang membutuhkan lembaga profesi untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme dan meningkatkan pembelajaran bahasa dan budaya Arab.
Tahun ini IMASASI Wilayah III Jabodetabek menyelenggarakan Pawai Peringatan Hari Bahasa Arab se-Dunia yang dilaksanakan pada Minggu, 20 Desember 2015 pukul 06.30-10.30 bertepatan dengan Car Free Day di Jakarta dengan tema “ Bahasa Arab Membumi di Tanah Airku”. Pawai akan di mulai dari long march (Halte BI – Bunderan HI). Lalu berkumpul di Bunderan HI untuk aksi teaterikal bertemakan perjuangan rakyat palestina dan bencana nasional Kabut Asap di Riau. Aksi teaterikal berbahasa Arab ini adalah simbol rasa simpati IMASASI terhadap konflik-konflik yang dihadapi oleh negara-negara Arab dan bencana-bencana di Indonesia tercinta ini.
Selain aksi teaterikal, IMASASI juga menampilkan musik akustik, lomba photobooth, permainan, tandatangan petisi, stand souvenir dan roti maryam. Pawai ini diikuti mahasiswa-mahasiswi universitas anggota IMASASI seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Islam Djakarta dan beberapa lembaga pendidikan tinggi lain seperti STIU Al-Hikmah, Ma’had Aly An-Nuaimy dan PTDII Muhammad Natsir (putra). Turut mengundang perguruan tinggi lain seperti Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Institut Ilmu Qur’an (IIQ), Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an (PTIQ), PTDII Muhammad Natsir (putri).



Wednesday, January 27, 2016

Proker IMASASI WIL.3 2015/2016

PROGRAM KERJA (PROKER)
IKATAN MAHASISWA STUDI ARAB SE INDONESIA (IMASASI) WILAYAH III
2015/2016

A.  KETUA dan WAKIL KETUA

1.    Pelantikan pengurus wilayah III Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) periode 2015-2016. (minggu terakhir bulan mei 2015).
2.    Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) wilayah III periode 2015-2016.
3.    Rapat Bulanan Pengurus Wilayah(RBPW).
4.    Membantu dalam mengkomodir semua perlombaan dibawah naungan Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) Wilayah III bekerjasama dengan pengurus pusat
5.    Mengutus delegasi dari Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) Wilayah III pada  setiap undangan.
6.    Menetatapkan kantor wilayah sementara Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) Wilayah III
7.    Pusat  menaungi semua organisasi studi arab di wilayah III
8.    Bekerjasama dengan humas dalam mensosialisasikan Mars Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) kepada setiap anggota wilayah III.
9.    bekerjasama dengan pengurus pusat dalam menjaga dan memperluas jaringan di wilayah III
10.     Menyelenggarakan Musyawarah Wilayah III(MUSWIL) 2016. (Desember-Januari)


B.  SEKRETARIS WILAYAH

1.    Membuat agenda satu periode kepengurusan wilayah
2.    Membuat, mengatur,dan menyetujui regulasi surat-menyurat  yang dibutuhkan
3.    Bekerja sama dengan Adum dalam mengkoordinir database keanggotaan
IMASASI wilayah III.
4.      Mengelola inventaris IMASASI wilayah III.
5.    Mengarsipkan hasil karya baik berupa hasil individu maupun hasil kegiatan IMASASI wilayah III
6.    Membuat forum silaturahim kesekretariatan wilayah
7.    Mengkoordinir pembuatan dan pembukuan LPJ.

C.  BENDAHARA UMUM

1.    Menertibkan dan mengatur pemasukan dan pengeluaran seluruh kegiatan keuangan Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI)  Wilayah III(hard copy dalam bentuk buku besar dan soft copy).
2.    Membuat laporan keuangan secara berkala kepada pengurus pusat Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) wilayah III.
3.    Berkoordinasi dengan bendahara kepanitiaan dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran pada setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Wilayah III.
4.    Menarik iuran kesetiap anggota wilayah III sebesar Rp.50.000 sebanyak dua kali selama satu periode kepengurusan IMASASI wilayah III.
5.    Memberikan transparansi keuangan wilayah maksimal 1 minggu setelah deadline penyerahan iuran.
6.    Menetapkan uang insidental sebesar 10% dari iuran selama satu periode kepengurusan (bersifat opsional)
7.    Bendahara wilayah berhak menarik sisa pendapatan kegiatan IMASASI wilayah III.

D.  BAGIAN ADMINISTRASI UMUM

1.                  Membuat, merapikan, dan menyimpan database kepengurusan imasasi dari sekretaris wilayah III.
2.                  Bekerjasama dengan sekretaris wilayah III dalam menghimpun dan merapikan laporan kegiatan di tingkat kampus, wilayah dan pusat.



E.  BAGIAN BAHASA DAN BUDAYA

Ø  Mengirim postingan segala sesuatu yang berhubungan dengan studi Arab di semua sosial media IMASASI wilayah III.
Ø  Bekerjasama dengan bidang Bahasa dan Budaya Pusat mengadakan kegiatan Ta’limi litalamidz satu kali dalam kepengurusan.
Ø  Mengadakan peringatan Hari Bahasa Arab se-Dunia diwilayah III bekerjasama dengan bidang Bahasa dan Budaya Pusat.
Ø  Bekerjasama dengan bidang Bahasa dan Budaya Pusat mengadakan kegiatan TOT atau sejenisnya satu kali dalam kepengurusan.
Ø  Mengadakan 50 ruang diskusi dalam satu periode kepengurusan.
Ø  Melatih dan mengembangkan kemampuan kebahasaan anggota IMASASI wilayah III.

F.   BIDANG HUMAS

1.      Memfasilitasi BPH wilayah III untuk berkoordinasi langsung dengan seluruh kampus di JABODETABEK guna memperlancar alur komunikasi IMASASI.
2.      Memasifkan media sosial elektronik guna meningkatkan komunikasi, koordinasi dan relasi seluruh mahasiswa studi Arab se-jabodetabek
Acara:
a.      Endrossment Baromijikum
b.      Sharing opinion
c.       Group media sosial
d.      Greeting/tahni’ah
3.      Mempublikasikan peringatan Hari Bahasa Arab Se-Dunia 18 Desember guna memperkenalkan bahasa Arab kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Acara:
a.       Merangkum dan mempublikasikan seluruh acara peringatan dari seluruh wilayah III
4.      Menyelenggarakan MILAD IMASASI guna  mengenang jasa-jasa para founding fathers dan merefleksikan harapan-harapan IMASASI kedepan (17 April)



G. BAGIAN DANA USAHA

1.      Membuka imasasi online dan offline shop wilayah III.

H.  BAGIAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

Ø  Bekerjasama dengan Litbang  pusat membuat majalah Arabina 6 bulan sekali.
Ø  Bekerjasama dengan Litbang pusat membuat artikel/buletin bulanan.
Ø  Bekerjasama dengan Litbang pusat membuat bank data judul skripsi jurusan studi Arab se-JABODETABEK
Ø  Bekerja sama dengan Dana Usaha untuk menjual dan mendistribusikan majalah dan buletin IMASASI.
Ø  Bekerja sama dengan Divisi Bahasa dan Budaya dalam mengadakan pelatihan IT, Kunjungan Keilmuwan/Kebudayaan dan penulisan/kejurnalistikan untuk seluruh anggota IMASASI (wajib untuk anggota Divisi Litbang) minimal 2 kali dalam masa kepengurusan.


I.     BAGIAN KADERISASI
Ø  Sistem pengkaderan bertingkat
·         Tingkat 1   
v  Anggota muda  : anggota yang berasal dari masing-masing kampus dan mengikuti orientasi IMASASI

·         Tingkat 2   
Ø  Selama minimal [tiga bulan maksimal sebelum diadakan musyawarah wilayah]
Ø  Anggota tetap  : anggota muda yang dilantik setelah mengadakan masa pengkaderan.
·         Syarat untuk menjadi anggota imasasi

1.      Tingkat 1  (anggota muda)
·         Mengikuiti Pendaftaran penerimaan anggota muda.
·         Mengkuti tes tulis kemampuan bahasa Arab
·         Mengikuti tes lisan kemampuan organisasi
·         Mengikuti acara imasasi yang berdurasi selama satu hari penuh yaitu seperti ta’aruf.
·         Dilantik dan dikukuhkan menjadi anggota tetap oleh Pengurus Wilayah.

2.      Tingkat 2  (anggota tetap)
·         Mengikuti acara imasasi sebanyak 3x di setiap wilayah  yang di lakukan di tiap kampus wilayah.
·         Mengadakan pertemuan dua mingguan untuk mengakrabkan masing-masing anggota.

Program Kerja:
1.                  Mengadakan proses recruitment anggota muda imasasi wilayah.
2.                  Membina calon anggota muda imasasi (pembinaan/ta’arruf).
3.                  Training Organisasi untuk anggota muda imasasi.
Merekomendasikan anggota tetap menjadi pengurus imasasi wilayah III.